Senin, 05 Desember 2011

Story : Gairah Muda

Aku laki laki, tapi dari kecil aku memiliki tubuh sintal, kulit halus dan bersih, serta bibir merah merekah seperti perempuan. Meskipun aku tidak kebanci bancian. Di antara para wanita, dari kecil aku sudah jauh lebih laku diantara teman teman laki laki ku. Tidak tahu kenapa, tapi gadis gadis disekitarku selalu langsung dekat dan tidak segan bermain, dan bercanda denganku seolah olah aku adalah bagian dari mereka, sementara kawan laki lakiku tentu selalu iri dengan kedekatanku dengan semua gadis gadis yang tersedia.

Ada beberapa gadis yang terbuka menyukaiku dengan tendensi sexual. Tapi banyak juga yang menyukaiku cuma sebagai kawan, rekan, dan teman bermain.

Perasaanku sendiri terhadap mereka? Tidak tahulah, tapi memang ada beberapa yang saya suka kalau kita berpelukan, atau berciuman, atau sekedar dekat dan merasakan hangat. Tapi selebihnya.. Rangsangan sexual kayaknya tidak pernah ada yang begitu menggebu gebu terhadap mereka. Kecuali keinginan untuk dekat, atau berdekapan, atau berciuman bibir, tidak ada lagi keinginan lebih yang ingin saya teruskan.

Itu mungkin sebabnya pula, gadis gadis itu juga suka saya dalam sekali dan bahkan sampai sekarang, ketika beberapa dari mereka sudah berkeluarga. Mata mereka bersinar sinar begitu melihat saya, dan mereka tidak segan memeluk dan bercerita tentang rahasia rahasia mereka, karena diantara kita memang tidak pernah terjadi apa apa.

Ini pelAjaran buat semua laki laki. Kalau kamu ingin dihargai dan disayangi semua wanita, jangan langsung berpikir betapa enaknya vagina dia!! karena wanita itu makhluk dengan rasa. Ok, ada saat saat wanita lebih gila daripada pria, karena mereka gatal dan ngangkang dan nggak puas puas juga meski kita sudah tusuk vagina mereka lama lama.. Tapi masih sAja itu vagina terbuka dan meminta.. Tapi pada umumnya.. Semua wanita akan senang, bahagia, dan jatuh cinta kalau kita bisa memberi kedamaian, rasa hangat, dan sedikit cinta. Dengan hanya mendekapnya hangat. Mencumbunya mesra. Bermain main dengan bibir kita diujung ujung belahan bibirnya. Tanpa tangan atau kemaluan kita menyentuh vagina atau payudaranya.. Sang wanita akan gila!! gila oleh cinta..!! Percaya saya sudah..!! Soalnya saya sudah sering bikin wanita jatuh cinta.. Meski sebenarnya saya tidak menginginkannya. Ok.. Kadang saya menginginkannya.. Karena wanita kadang sungguh makhluk mulia. Dan dengan wanita.. Jiwa kita tentram dan.. Kita bias hidup terbuka.

Tapi apalah daya.. Kalau saya memiliki lain rasa? Saya laki laki, tapi saya butuh kekuatan, cinta, dan gairah dari makhluk yang lebih kuat dari saya!! Itu sebabnya pula saya tidak bahagia.. Meski sekarang saya punya pendamping setia yang mencintai saya dan.. Cantik luar biasa.

Dari kecil, saya sedikit lain dari anak anak lain didesa saya, karena kulit saya yang halus dan bersih. Juga karena tubuh saya yang sintal dan terawat. Tentu juga karena bibir saya yang manis dan merah, alami. Membuat saya kadang jauh lebih memikat dari beberapa wanita.

Di kota kecil saya, kadang saya suka ikut bergabung dengan pemuda pemuda yang suka berkumpul di pos ronda. Mereka kadang bermain kartu, atau bahkan sembunyi sembunyi minum minuman alcohol, sampai larut, larut malam. Saya suka diantara pemuda pemuda itu. Karena kebanyakan dari mereka suka mendekap saya. Mengelus elus tubuh saya. Dan memuja. Mereka memuja kulit saya yang halus. Mereka memuja bibir saya yang sexy. Dan sebagainya.

Kalau malam jadi larut, dan beberapa dari mereka tiduran. Mereka masih suka mendekap saya seperti boneka dalam tidurnya. Kadang tanpa sadar atau tidak. Mereka menciumi leher saya dari belakang, dan menekan nekankan kemaluan mereka ke pantat saya. Semula saya tidak berpikir apa apa. Kecuali senang karena rasa geli geli nikmat dan karena tubuh mereka yang hangat menyelimuti saya.

Tapi lama lama, seiring waktu, dan bertambahnya umur. Saya semakin mengerti akan gairah yang tumbuh ditubuh saya, ketika merasakan kehangatan mereka. Ketika mereka menekan nekankan kemaluan mereka ke pantat saya, dan bibir mereka mengigit gigit leher belakang saya. Tanpa sadar lama lama saya berani melenguh, dan membalas menekan pantat saya ke arah kemaluan mereka, sampai saya merasakan keras dan besarnya kemaluan di dalam celana mereka.

Ritual seperti ini berlangsung cukup lama sampai satu saat saya tidak tahan dan tangan saya melanglang ke belakang dan mengenggam kemaluan mereka dari balik celananya. Tidak tahan, satu saat akhirnya tangan saya juga menyelusup masuk ke dalam celana mereka dan menggenggam kemaluan laki laki yang tegang, keras, panas, dan.. Ohh menggelora!!

Tidak tahu kenapa, tapi pertama kali saya memegang kemaluan laki laki lain yang sudah dewasa, ada dunia baru yang terbuka dihadapan saya. Darah saya bergejolak. Tubuh saya meleleh bagai lilin. Dan bibir saya? rasanya jadi semakin tebal dan merah.. Mendidih. Membuat saya haus.. Haus.. Haus..

Dan satu jalan untuk menghilangkan rasa haus saya, saya beranikan diri mendekatkan mulut saya ke kemaluan mereka. Saya cium harumnya. Saya rasa nikmatnya. Saya hisap daya tariknya. Sampai air saya meleleh dan perlahan saya jilati kepala kemaluannya. Sang pemuda mendelik dan mengeluh tak percaya. Lalu tidak tahu dari mana datangnya ide itu tapi kemudian, saya masukkan kepala kemaluan sang pemuda ke dalam mulut saya, dan saya benamkan perlahan lahan di ke dalaman nikmat dan basahnya mulut saya. Lebih dalam lagi menyentuh tenggorokkan. Lebih dalam lagi lewat kerongkongan. Ohh.. Saya pintar sekali mengatur nafas saya dan kemaluannya melesak masuk semua didalam mulut saya. Sampai bibir saya terbenam di kelebatan bulu bulu kemaluan sang pemuda.

“Ohh Aj.. Enakk sekalli.. Ohh.. Mulut kamu gila.. Enakk.. Dan dalamm sekali.. Aj..” sang pemuda merintih, dan aku jadi semakin panas membenamkan kemaluannya di ke dalaman tenggorokan saya. Ohh, nikmat sekali rasanya ketika kepala kemaluannya terasa berdenyut denyut di dinding dinding tenggorokan saya.
Perlahan lahan, sang pemuda menarik kemaluannya keluar dari tenggorokkan dan mulut saya. Melewati lidah, dan akhirnya kembali kepala kemaluannya menyentuh bibir saya yang merah dan basah. Wow.. Kemaluannya keras, tegang, dan mengkilat basah oleh cairan mulut saya. Gagah sekali.. Indah sekali.. Dan ohh.. Terlihat nikmat.. Nikmat sekali.. Tanpa sabar aku kembali meraih kemaluannya dengan bibir mulut saya dan sang pemuda menggeram nikmat.. Pinggulnya sekarang meliuk liuk mendesak desakkan kemaluannya ke dalam mulut saya yang lapar, dan dahaga.

Dengan tidak sabar, sang pemuda berguling dan kini posisiku dibawahnya. Kemaluannya masih menancap dalam di mulutku dan sekarang dengan posisi tubuhnya diatas dengan mudah ia menarik turunkan pinggulnya dan mendesak desakkan kemaluannya di dalam mulutku. Dan aku menikmatinya. Aku menikmatinya ketika kemaluannya dalam menyentuh dinding dinding tenggorokanku. Aku menikmatinya ketika mulut dan tenggorokanku terasa sesak, penuh oleh batang kemaluannya yang keras dan nikmat.

“Ohh Aj.. Nikmatt.. Nikmatt sekali rasanya mengentot mulutmu.. Ohh.. Kamu pintar sekali Aj.. Tenggorokanmu panas dan basahh.. Ohh.. Nikmat sekali Aj..” sang pemuda terus menyetubuhi mulutku dengan kemaluannya yang kencang dan makin keras. Gerakannya semakin cepat. Bibir ku semakin basah dan terasa tebal. Sementara cairan di dalam mulutku semakin licin memudahkannya mengeluar masukkan kemaluannya didalam mulutku.

“Ohh.. Aj.. Aku tidak tahann.. Ohh Aj.. Aku keluarr.. Keluarr Aj.. Ohh.. Ohh.. Ohh..”

Dan sang pemuda membenamkan kemaluannya sedalam dalamnya di mulutku. Hidungku susah bernafas karena bulu bulu kemaluannya menekan keras ke dalam mulut dan hidungku. Lalu aku merasakannya.. Aku merasakan bagaimana kemaluannya berkejat kejat didalam mulutku. Lalu tenggorokanku terasa panas. Dan basah.. Nikmat sekali rasanya.. Tapi tekanan yang luar biasa di tenggorokanku juga sedikit menyiksaku.. Membuat ku seolah ingin batuk.. Atau muntah.. Tidak tahu. Tapi aku menikmatinya.. Jadi aku biarkan sang pemuda menyemprotkan cairan nikmatnya didalam mulutku. Dalam.. Dalam sekali di tenggorokanku sampai aku tidak bisa merasakan rasa dari cairan kemaluannya. Karena di dalam tenggorokanku sana, sudah terlalu dalam untuk bisa mengetauhui apa rasa spermanya.. Tapi untunglah, ketika sang pemuda pada akhirnya mendesah dan menarik keluar kemaluannya dari dalam tenggorokanku melalui lidahku.. Masih ada beberapa tetes sperma tersisa diatas lidahku untuk aku nikmati rasa dan aromanya. Ohh nikmat.. Nikmatt sekali.

Lalu sang pemuda lunglai dan tertidur dengan kedua tangannya mendekapku dari belakang seperti biasa. Dan aku baru tersadar, kita melakukan itu semua didalam pos ronda!! Tapi untungnya pos ronda di kota kecil kita letaknya tinggi sekitar 3 meter diatas tanah. Jadi tidak ada orang yang bisa melihat dan ketika teman temannya berdatangan ke pos ronda, kita bisa dengan jelas mendengarnya karena mereka harus memasang tangga ke posisinya sebelum naik ke atas.

Malam itu, aku tetap tidur terlelap di dalam pelukan Ruga, pemuda gagah yang sudah menikmati nikmatnya tenggorokanku. Esok paginya, ketika aku terbangun. Ruga sang pemuda, kembali menekan nekankan kemaluannya ke pantatku dan bibirnya menggigit gigit leherku. Aku kembali terbakar dan tanganku menyelinap ke dalam celananya menikmati hangat dan kerasnya kemaluannya. Tapi karena di dalam pos ronda ada beberapa pemuda lain, kita tidak berani mengulang kejadian semalam. Tapi Ruga berani menurunkan celananya sehingga kemaluannya bebas aku genggem dan mainkan. Tangannya Ruga tidak tinggal diam. Ia mengelus elus pantatku dan pada akhirnya celanaku juga diturunkannya.

Diselipkannya kemaluannya di sela sela pahaku dan ruga meneken nekan seperti belahan pahaku adalah mulutku. Dibasahinya kemaluannya dengan ludahnya dan pahaku lama lama jadi terasa panas dan merasa aku punya lubang kenikmatan juga disana. Kadang, kemaluan keras Ruga terselip dan menyentuh lubang pantatku, dann.. Ohh.. Aku bergidik nikmat. Tapi aku belum berpikir apa itu. Sampai pada akhirnya Ruga mendesis dan pahaku basah oleh cairan spermanya. Ruga membersihkannya dengan sarungnya. Lalu berdri, turun, dan pulang. Pagi masih gelap, jadi rumahku juga pasti masih terkunci. Maka aku bergeser dan mendempetkan tubuhku ke arah Parma. Entah dia terbangun atau tidak, tapi segera pula ia memeluk tubuhku dari belakang seperti boneka. Aku tidak bisa tidur karena masih berpikir tentang apa yang telah aku lakukan dengan Ruga, sementara Parma tetap terlelap meski tangan dan kakinya melingkari tubuhku. Sampai Pagi berubah menjadi terang dan aku bangun, untuk sekolah. Beberapa pemuda di pos ronda terus tidur karena beberapa dari mereka sudah lulus SMA dan tidak punya kegiatan apa apa.

Beberapa hari setelahnya aku tidur dirumah karena sekolah banyak kegiatan. Tapi Malam minggu, aku kembali bermain bersama para pemuda. Cuma Ruga tidak ada disana. Jadi, ketika yang lainnya pergi berkeliling meronda, aku di pos jaga bersama Dada. Dia tinggal beberapa rumah dari rumahku. Dia juga sudah lulus SMA, dan yang utama, dia sudah sering mendekapku dan aku suka tubuh gagah dan rambut panjangnya. Bagiku dia berkesan seperti anak Amerika. Disaat yang lain rata rata berpenampilan normal, dada berambut panjang dan berwarna. Di lengannya dia juga bertato naga. Aku suka ada dalam pelukannya. Karena aku merasa seperti menang, menaklukan Dada yang berkesan serigala.

Beberapa hari ini pengalaman bersama Ruga terus bermain main di dalam kepalaku. Dan setelah beberapa hari aku tidak ketemu ruga dan tidak punya aktivitas apa apa, membuatku seperti sedikit gila. Maka begitu yang lainnya pergi dari pos jaga, aku segera mendekat ke Dada dan merebahkan kepalaku diatas pangkuannya. Dada tersenyum. Lalu dia menyulut rokok dan telentang. Kepalaku kini rebah di perutnya. Aku ingin sekali menyentuh kemaluannya. Tapi takut maka aku pura pura menyanyi sambil menggeleng gelengkan kepalaku yang tersandar di perut bagian bawahnya. Semakin lama aku semakin tak tahan, dan tangan Dada sudah berada di tubuhku dan mengusap usap bagian pinggang.

Aku terbakar, maka aku berbalik terlentang ke arah tangga yang berarti aku membelakanginya sementara kepalaku menghadap kemaluannya!! Tangan Dada otomatis juga sekarang tidak dibagian pinggangku tapi diatas bongkahan pantatku. Dan dada bermain main dengannya!! Maka aku semakin berani dan pipiku kini bisa merasakan kehangatan kemaluannya. Aku menyanyi dengan nada di serak serakkan, hingga hembusan hembusan nafasku terasa keras menerpa arah kemaluannya. Semakin lama, semakin terasa efeknya. Aku mulai merasa kemaluannya semakin membesar dan menegang. Dan tangan dada semakin hangat mengelus elus pantatku. Pada satu saat, aku beranikan pura pura menggigit bagian ujung kemaluannya yang menonjol jelas dari balik celananya dan dada melenguh nikmat dan tangannya mencengkeram pantatku kuat. Maka ohh.. Aku tidak sabar. Tanganku meraih kemaluannya dan mengelus elusnya. Lalu perlahan tanganku aku selipkan kebalik celana dalamnya. Aku elus elus. Ohh.. Kemaluan Dada lebih besar dari kemauan Ruga!! Aku tidak tahan dan aku keluarkan kemaluannya dan langsung aku lahap ke dalam mulutku dan dada menjerit nikmat tak percaya..

“Aj.. Ohh.. Ohh..” dada tidak lagi bersuara selain merintih setelah kemaluannya masuk dalam di kehangatan nikmat mulutku. Dan aku segera berusaha menikmati kemaluan dada dalam, sedalam dalamnya di mulutku, melewati tenggorokanku sampai.. Ohh.. Bulu bulu kemaluannya menyentuh bibirku.

Dan dada semakin merintih rintih. Tangannya memijat mijat pantatku kasar dan pinggangnya ia tekan tekan ke atas berusaha semakin dalam memasukkan kemaluannya lebih dalam lagi ke mulutku. Meski sudah tidak mungkin karena seluruh batang kemaluannya sudah masuk tenggorokanku. Tangan Dada makin liar di pantatku begitu juga gerakan naik turun pinggangnya. Sodokan sodokan kemaluannya di tenggorokanku terasa nikmat sekali. Tapi sodokan sodokan jari tangannya yang kini diarahkan ke lobang pantatku juga terasa aneh sekali.. Dan makin lama makin jelas bahwa kini bukan hanya mulutku sAja yang merasa lapar dan dahaga tapi juga lubang pantatku..

Maka aku juga membalas sodokan jari jari tangan dada di lubang pantatku dengan gerakan pinggangku yang memutar mutar. Ini membuat dada makin bernafsu. Maka Dada dengan cepat dan tergesa menurunkan celanaku. Dan ia bergerak merubah posisi dengan berbaring menyamping. Kemaluannya yang keras tersu Ia sodok sodokkan ke dalam mulutku sementara Ia kini menggigit gigit bongkahan pantatku dan membasahi lobang pantatku dengan ludahnya. Aku semakin belingsatan dengan sensasi rasa nikmat didalam tubuhku.
Mulutku sibuk dan menggeram dangan setiap sodokan yang kemaluan Dada berikan, sementara pinggangku berputar putar liar karena sentuhan sentuhan panas yang Dada berikan.

“Ohh Aj.. Aj.. Aku akan memasukkan kemaluanku di lobang pantatmu ya? Ohh Aj.. Lobang pantatmu indah dan halus sekali.. Aj.. Aj.. Biarkan aku menyetubuhimu seperti wanita ya? Biarakan aku membuat mu menjadi wanitaku yang cantik dan aku puji.. Ohh Ajj.. Aku ingin menyetubuhimu.. Ajj..” Dan dada menarik kemaluannya dari mulutku. Ohh.. Kemaluannya basah dan berkilap indah sekali.. Basah oleh lendir lendir nikmat dari mulutku.. Aku ingin kemaluan Dada kembali masuk mulutku dan berusaha meraihnya.. Tapi dada menekan tubuhku yang berbaring tertelungkup dengan pantatku diatas.

Dada lalu berbaring di atas tubuhku. Kemaluannya yang keras dan tegang menyodok nyodok belahan pahaku ketika Ia berusaha mengatur posisinya diatas tubuhku. Aku masih belum mengerti benar dengan apa yang Dada maksud bahwa Ia ingin menyetubuhiku seperti wanita.. Tapi ketika ia membasahi lubang pantatku dengan ludahnya dan mengarahkan kepala kemaluannya di atas lubang pantatku, aku mulai sadar.. Ohh.. Tidak mungkin.. Tidak mungkin bakal bisa.. Aku panik. Dan takut karena kemaluannya yang besar dan aku yang belum tahu apa itu persetubuhan..
Tapi jujur, rasa panas kemaluannya di pantatku terasa nikmat sekali, tapi.. Aku masih takut, jadi aku berontak. Dan kemaluan dada meleset. Tapi Dada terus menekan tubuhku dengan tubuhnya yang besar dan kuat.. Sementara kemaluannya tetap tegang dan keras membAja menyodok nyodok belahan pahaku mencari sasarannya..

Lama dada berusaha menekan masuk kemaluannya ke lubang pantatku tanpa hasil, karena setiap kali kepala kemaluannya sedikit masuk, aku merasakan sakit dan berontak sehingga kemaluan dada kembali meleset. Lama lama Aku dan dada basah oleh keringat. Pantatku terasa basah dan licin oleh keringat dan juga oleh cairan kemaluan Dada yang meleleh banyak karena nafsu, tanpa berhasil membenamkan kemaluannya dalam dalam di lubang pantatku yang masih sempit sekali. Tapi karena semakin lama lubang pantatku dan kemaluan dada semakin basah dan licin.. Perlahan lahan dada berhasil menemukan targetnya.. Dan menekan tubuhku kuat kuat kebawah.

“Akh!!,” Aku menjerit kuat ketika kepala kemaluan Dada berhasil masuk menembus halangan utama. Dan dada meringis nikmat dan menengadahkan wAjahnya ke atas, menatap syurga. Melihat ini aku mencoba menahan rasa sakit. Tapi ketika dada menekan pinggangnya dan kemaluannya melesak masuk menembus lubang sempit pantatku, aku tidak kuat” Akhh.. Da.. Dada.. Sakkiitt.. Addhhuhh.. Adhhuhh.. Da.. Keluarin.. Keluarin da.. Akhh.. Akhh.. Akhh.. Daa..” Aku menjerit kuat dan mengepal ngepalkan genggaman tanganku ketika Dada tanpa mendengar keluhanku terus menekan kemaluannya masuk sampai buah zakar dan bulu kemaluannya menyentuh kulit pantatku.
“Ahh.. Ohh.. Ajj.. Nikmat sekali.. Nikmat sekali lobang pantatmu.. Ohh.. Sempitt.. Hangatt.. Dann.. Ohh Ajj.. Ohh Ajj..” dada merebahkan tubuhnya diatas tubuhku. Punggungnya membungkuk seperti udang merasakan nikmat kemaluannya terbenam dalam dilubang pantatku yang muda dan sempit. Lama Dada diam dalam posisi seperti ini. Tangannya mendekapku kuat. Birinya menciumi wAjahku. Dan dadanya yang kuat dan basah oleh keringat melekat di punggung ku. Sementara pinngangnya.. Menekan kebawah ke arah pantatku mencoba mebidik lebih dalamm.. Lebihh dalamm lagi..

Lalu perlahan ditariknya pinggangnya ke atas” Akhh..” aku kembali merintih, merasakan perih di lobang pantatku yang kini terasa sesak, sesak sekali terjejal kemaluan dewasanya yang besar..
“Ohh Ajj.. Aku belum pernah merasa nikmatt seperti ini.. Ohh.. Kamu hebatt.. Kamu hebatt.. Ohh Ajj.. Ohh Ajj..” dan Dada kini dengan cepat menaik turunkan pantatnya mengeluar masukkan kemaluannya dilubang pantatku.. Menyodok nyodok dalam dinding dinding perutku.. Dan aku berusaha kuat menahan rasa sesak dilubang pantatku oleh sesaknya kemaluan Dada. Lambat laun lobang pantatku jadi licin dan becek oleh cairan bening dari kemaluan Dada dan juga oleh cairan alami yang keluar dari dinding dinding lobangku yang kini mulai terasa nikmat..

“Aj.. Ohh Aj.. Enak sekali.. Ohh enak sekali.. Kamu kini akan aku jadikan gadis kesayanganku.. Dan Aj.. Aku akan memenuhi nikmatmu dengan kerasku setiap saat.. Ohh Ajj.. Ajj..” Dada kini sudah tidak tentu omongannya. Di benamkannya dalam dalam kemaluannya dilobang pantatku, di gesek geseknya, diputar putarnya.. Dibenamkannya dalamm dalamm..

“Ohh dada.. Dada..” Aku mulai merasa terbang ke angkasa. Nikmat. Nikmat sekali rasanya gesekan gesekan kemaluan besarnya di dalam lobang pantatku. Dan lobang pantatku semakin becek berdecak decak. Dada kini mengubah posisi dengan aku mengangkang dan kedua kakiku diletakkan diatas pundaknya. Lalu perlahan diarahkannya kepala kemaluannya ke arah lobang pantatku, dan ketika kepala kemaluannya menyentuh targetnya, Dada menekan kuat kuat,” Bless.. Ss.. Sseekk” “Akh.. Akhh.. Dadaa..” aku menjerit sakit sakit nikmat. Kedua kakiku turun melingkar di pinggang Dada dan Dada kini rebah diatas tubuhku.

Digoyangnya aku, diayun ayunkan, sementara kemaluannya tak pernah berhenti menggesek gesek dinding dinding lobang pantatku nikmatt.. Nikmaatt sekali..” Ohh Dada..” Aku menggigit lehernya. Dan Dada mencengkeram rambutku.

“Brett Brett Brett..” Suara suara aneh jadi musik irama birahi kita. Aku sudah tidak merasakan sakit sama sekali di lobang pantatku. Yang ada hanya nikmat.. Hangat.. Dan sumpalan keras kemaluan dada dilobangku.. Ohh.. Nikmat sekali.. Nikmat sekali..

Dan dada semakin keras menerjang nerjangkan kemaluannya didalam tubuhku. Tanganya gemas dan erat mencengkeram rambutku. Bibirnya menggigit gigit leherku, pipiku, sebelum akhirnya melumat bibirku basah dan kasar.

“Ohh Ajj.. Aj ku sayang.. Nikmat sekali lobang paramex mu.. Ohh.. Aku cinta paramex mu.. Ohh.. Aj.. Aj.. Paramex ini milikku.. Dan aku akan menyumpal paramex ini dengan nikmat kemaluanku setiap malam.. Setiap waktu.. Ahh Aj.. Aku cinta paramex mu.. Yang nikmatt.. Ohh Ajj..” Dan dada kembali menyodok nyodokkan kemaluannya ke dalam lobang pantatku.. Tapi aku kali ini hanya mengernyitkan dahi.. Paramex Dada bilang? Apa itu?

“Ohh Aj.. Paramex mu enak sekali.. Oohh.. Ajj.. PA ntat mu benar benar benar RA sa me MEX.. Ohh Aj.. Aku cinta paramex mu.. Pantat rasa memex.. Ohh.. Ohh.. Ajj.. „

Hi hi hi.. Aku tertawa geli mendengar itu semua, paramex, paramex, kirain apaan.. Ternyata pantat rasa memex. Tapi aku tidak bisa lama tertawa geli. Karena kemudian Dada brutal sekali menghujam hujamkan kemaluannya ke dalam paramex ku. Sampai suaranya terasa gaduh sekali.

“Aj.. Aku mau keluar.. Aku mau keluarr Aj.. Ohh.. Aku mau keluar di dalam lobang paramex mu.. Aku ingin membuat lobang paramex mu banjir oleh cairan laki laki ku Aj.. Ohh.. Ohh.. Ohh.. Ajj..!!”

Dan dada menghentak hentak kuat sekali. Membuat tegang kemaluannya keras menonjok nonjok lobang nikmatku yang basah dan licin. Nikmat sekali. Nikmat sekali.. Dan.. Ohh.. Lalu terasa kepala kemaluan Dada berkejat kejat didalam lobang nikmatku dan meledak.. Ohh.. Begitu hangatt.. Begitu nikmatt..

“Aj..” Dan dengan lenguhan terakhir. Dada lunglai diatas tubuhku. Basah kita berdua oleh keringat. Dan selangkanganku basah oleh spermanya. Ketika kemaluan dada keluar dari lobang pantatku,”PLOP”begitu bunyinya. Dan Dada menyeka kemaluan dan lobang pantatku yang basah dengan sarungnya. Lalu diciumnya sarungnya.

“Aj.. Lobang pantatmu benar benar paramex.. Nikmat sekali menjepit jepit kemaluanku.. Dan bersih!! Lihat sarung ini.. Cuma basah oleh sperma tanpa kotoran lain.. Pantatmu benar benar paramex super Aj..” Lalu dada mendekapku dan mencium bibirku mesra. Tangannya kembali menyelinap ke arah pantatku. Dan 2 jari tanganya menyelip masuk. Bermain main dengan lobangku yang kini terasa lebar dan kesepian. Tapi tidak lama. Karena kemudian datang pemuda pemuda yang lain dan dada turun kebawah menemui mereka dan seseorang naik ke atas. Ruga!! Maka ketika yang lain dibawah sibuk membakar ubi dan bercakap, segera aku sambut Ruga dengan mulutku Dan ruga membalasnya senang.

Tidak lama Kemaluan Ruga ada dimulutku, karena aku segera berbaring membelakanginya menyamping dan mengangkat satu kakiku ke atas dan memasukan kemaluan Ruga dalam di lobang pantatku. Ruga sedikit heran dengan kelakuanku, tapi begitu kemaluannya menembus lobang pantatku Ruga segera bergerak mAju mundur menyodok nyodokkan kemaluannya. Kali ini Ruga bermain lama lama dengan kemaluannya di dalam tubuhku sampai pemuda pemuda yang lain naik ke atas dan tidur di satu dan lain sisi, kemaluan ruga masih terbenam dalam di lobang nikmatku. Keadaan diatas lumayan gelap, jadi, hanya dengan bertutup sarung, tidak akan ada yang tahu dan curiga. Karena mereka terbiasa melihat aku tidur didalam pelukan salah satu dari mereka.

Cuma Dada mungkin sedikit curiga. Atau karena mungkin Dia ingin aku tidur dalam dekapannya maka Dada mengambil tempat dan berbaring di depanku dan Ruga. Ketika dada diam seolah tertidur, ruga kembali mengeluar masukkan kemaluannya mAju mundur di lobang pantatku, sampai Ruga mendesis dan lobang pantatku kembali dapat semprotan cairan hangat penuh nikmat.

Setelah perlahan Ruga membersihkan kemaluan dan pantatke dengan sarungnya aku pura pura menggeliat dan berpindah ke arah Dada. Dengan tangannya, dada memintaku untuk membelakanginya. Tangannya langsung ke arah pantatku dan ketika jarinya merasakan cairan nikmat Ruga mengalir disana, dada mencubit ku disana dan menggigit leherku keras sambil lalu mengarahkan kemaluannya kelobang pantatku dan langsung melesakkan seluruh batangnya ke dalam. Aku sudah merasa sedikit kebal disana jadi aku hanya menjawab dengan berusaha menunggingkan pantatku lebih dalam, sehingga kemalua Dada lebih cepat amblas ke pangkalnya. Dan malam itu Dada mendekapku erat erat sampai pagi. Dan kemaluannya.. Tidak pernah lepas dari lobangku meski beberapa kali Ruga memberi isyarat agar aku datang ke dekapannya.

Sejak malam itu, karena dada marah pada malam yang sama aku membagi lobang nikmatku dengan Ruga, dada menceritakan nikmatnya paramex ku ke beberapa pemuda lain, dan pada hari malam kedua sejak lobang paramexku diambil dan digunakkan untuk kenikmatan Dada dan Ruga, aku harus Juga melayani Parma, seda, dan beberapa pemuda lain. Bahkan beberapa bapak bapak yang kalau kebagian jatah ronda ingin juga mendapatkan aku dalam dekapannya.

Sekarang setiap ada pemuda yang mendekatiku dan berbisik paramex, aku harus siap menurunkan celanaku dan menikmati kejantanan mereka yang menghujam dalam di belahan pantatku. Dan aku siap, selalu siap melayaninya.

Lobang pantatku mungkin memang ditakdirkan untuk jadi paramex. Karena anehnya, lobangku menikmati sodokan sodokan kemaluan laki laki sedemikian dalam. Dan laki laki yang pernah menyodokku pasti ketagihan. Bukan cuma orang kampung sAja. Tapi kemudian aku ke kota. Bahkan keluar negeri dan menikmati beraneka ragam sodokan laki laki di belahan pantatku.

Tapi umurku semakin matang, aku kini menikah dengan seorang gadis yang cantik dan muda dan mencintaiku. Aku tidak mencintainya tapi.. Ahh, dia tidak mau laki laki lain dan bahagia menjadi milikku jadi.. Aku mau bagaimana?

Aku sekarang sebenarnya jatuh cinta dengan laki laki kurdi yang meninggalkan negaranya karena alasan politik. Dan laki laki kurdi ini mencintaiku juga. Terutama lobang pantatku yang siap digempur oleh kemaluan turki-kurdi nya yang dahsyat. Tapi.. Dia juga takut ketahuan suka menyodok pantatku. Jadi.. Kita hati hati sekali dan ketemu 1 bulan sekali.

Ohh, mulutku lapar ingin disodok kemaluan laki laki dalam dalam. Dan ohh.. Pantatku juga dahaga ingin dimasuki banyak laki laki sejati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar